
Powered By Forum Aceh Menulis
Pertemuan FAMe Ke-23
Topik: Cara Menulis Puisi
Tempat: Ruang Memorial Perdamaian Kesbangpol Aceh
Pemateri: DR. Wildan Abdullah, M. Pd (Wakil Rektor I ISBI Aceh )
Moderator: Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia)
Notulis: Ihan
Apa itu puisi?
Puisi sebagai sebuah karya sastra memiliki ciri-ciri:
1. Jika ditulis tidak memenuhi halaman/margin kertas
2. Bersifat imajinatif
3. Bersifat universal
4. Menggunakan bahasa dan kata pilihan (diksi) yang memiliki konsekuensi (rima)
5. Daya bayang tinggi (kekuatan puisi terletak pada kekuatan imaji)
Puisi disebut sebagai karya sastra tertua di dunia, bentuknya adalah MANTRA. Kemudian sesuai perkembangan zaman berkembang menjadi pantun, syair, gurindam, teka-teki, dan lainnya.
Perbedaan karya sastra dengan karya ilmiah dan karya khayalan:
Karya sastra bersifat imajinatif/mungkin terjadi
Karya ilmiah, berisi hal-hal yang sesungguhnya terjadi
Karya khayal; bersifat fantasi
Imajinasi adalah rekaan, sesuatu yang diciptakan, yang MUNGKIN terjadi. Berbeda dengan khayalan. Sebab pada dasarnya semua orang bisa berkhayal, namun tidak semua orang mampu berimajinasi.
Apakah boleh menuliskan puisi beranjak dari pengalaman diri sendiri? Boleh, inilah yang disebut sebagai sumber INSPIRASI. Namun perlu diingat, bahwa salah satu ciri puisi adalah UNIVERSAL (menyeluruh).
Jika puisi yang Anda tulis merupakan karya sastra, maka tulislah sesuatu yang imajinatif.
Sastrawan mampu menciptakan dunia dalam kata, yang sebenarnya tidak ada, tetapi diciptakan.
Hanya saja, penyair, sastrawan, menyampaikannya melalui alat yang disebut BAHASA.
Dalam puisi ada dua hal yang bermain yaitu IDE dan PERASAAN. Yang bagusnya dua unsur ini sama kuatnya.
Bagi orang Aceh kebanyakan puisi, hikayat adalah puisi. Dalam sastra Melayu, puisi adalah prosa.
Wildan kemudian membacakan puisi:
Senja Di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
Karya : Chairil Anwar (1946)
Selanjutnya salah satu peserta membaca puisi berjudul Di Mana Kamu De' Na? Karya: WS Rendra
Dalam puisi:
Ada pakar
Ada penikmat; pembaca puisi
Karya sastra bermakna ganda, tergantung interpretasi pembacanya. Tema sebuah puisi tidak mutlak.
Puisi dikelompokkan menjadi:
1. Puisi Naratif (bercerita)
Dalam puisi bukan ingin mengembangkan RASA yang utama, tapi yang paling penting mengembangkan rasa empati. Contohnya pada puisi Nyanyian Angsa karya WS Rendra.
2. Puisi Lirik
Pada umumnya/sesungguhnya puisi adalah lirik. Ada tokohnya dalam puisi.
3. Puisi Dramatik
Ada dialog dalam puisi ini. Namun yang berdialog bukanlah orang, tetapi konsep.
Untuk penulis pemula mulai saja dengan yang sederhana.
Satu kata kunci; menulis tanpa membaca tidak akan jadi.
Dalam puisi juga perlu proses revisi:
- Menjadikan pesannya agar menjadi milik bersama (universal)
- Memilih diksi yang tetap sesuai konteks puisi (sedih, gembira)
Berbicara soal nilai puisi tidak pernah ada kata putus. Mengapa puisi menjadi indah, karena dia berupa karangan.

Peserta yang hadir pada Pelatihan Menulis FAMe ke-23 di Banda Aceh, Rabu, 27 Desember 2017, di Ruang Memorial Perdamaian Gedung Kesbangpol Aceh, pukul 14.00-16.45 WIB dengan pemateri Dr. Wildan Abdullah, M.Pd. Topik yang akan dipresentasikan adalah Teknik Menulis Puisi.
Cp: (085260211166).
Peserta yang hadir:
1. Maulida Ariandi
2. M. Nahyan Zulfikar
3. Abu Teuming
4. M. Iqbal
5. Hendria Irawan
6. Ansharullah
7. Riri Isthafa Najmi
8. Cut Rahmawati
9. Mahdalena
10. Irhas
11. Yanibee
12. Eva Susanti
13. Ulfa nazira
14. Putry
15. Fanny Hafnizar
16. Cut Irma Suryani
17. Yulia Heriani
18. Dian Keumala Dewi
19. Martunus
20. Risda
21. Andri Juliadi
22. Mustafa Alaidrus
23. Siska Faradisa
24. Ayu 'Ulya
25. Rahmiana Rahman
26. Yelli Sustarina
27. Musafir kelana
28. Maitanur
29. Nazaruddin
30.khairiah
31. Ulfa Khairina
32. Mentari Suci
33. Cut Putri Kardisa
34. Ernita Handayani
35. Putia Agustina






0 comments:
Post a Comment